Perlinsos Digital Surabaya Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kota Surabaya mencatat keberhasilan hampir sempurna dalam uji coba Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital 2026 dengan capaian pendataan 99,94 persen dari 1.004.298 kepala keluarga (KK). Surabaya merupakan salah satu dari 42 daerah percontohan nasional yang menerapkan sistem verifikasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan face recognition untuk menekan kesalahan sasaran penerima bantuan sosial. Dari hasil pendataan, 119.000 KK dinyatakan layak menerima bansos, sementara 359.856 KK menolak karena menyadari tidak berhak menerima.
Sistem baru ini berhasil menemukan sekitar 25.000 KK (inclusion error) yang sebelumnya tidak memenuhi syarat namun tercatat sebagai penerima, serta mengidentifikasi sekitar 51.000 KK (exclusion error) atau setara 175.000 jiwa yang selama ini berhak menerima bansos namun tidak tercatat. Waktu verifikasi yang sebelumnya memerlukan berbulan-bulan kini dipangkas menjadi 15 hingga 45 menit melalui integrasi data lintas kementerian dan lembaga. Uji coba yang berlangsung 20 Juni hingga 7 Juli 2026 ini melibatkan 13.094 agen Perlinsos dan mendapat apresiasi dari Kepala Bakom RI Muhammad Qodari sebagai bagian dari program strategis digitalisasi bansos Presiden Prabowo Subianto.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 17.10
Kunjungi Surabaya, Kepala Bakom RI Apresiasi Sistem Digitalisasi Perlindungan Sosial
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 01.15
DPR dan Dukcapil Kemendagri Kompak Dorong Digitalisasi Perlinsos, NIK Jadi Kunci!
Berita terkait
Kemensos Perkuat Perlinsos Lewat Digitalisasi hingga Partisipasi Masyarakat
kumparan · 11 September 2026 pukul 21.30
Kemensos Siapkan Digitalisasi Bansos On Demand: Yang Butuh Silakan Minta
Detik.com · 11 September 2026 pukul 21.25
Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat & Perlinsos Digital
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 20.00
Sinergi Dukcapil dan BPJSTK Jaga Hak Perlindungan Sosial Tepat Sasaran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.21