Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemensos Siapkan Digitalisasi Bansos On Demand: Yang Butuh Silakan Minta

Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) berbasis permintaan (on demand) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penyaluran bantuan. Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan secara digital menggunakan nomor identitas dan biometrik, kemudian sistem akan mencocokkan data dengan basis data pemerintah seperti DTSEN untuk menilai kelayakan. Sistem ini mendukung penggunaan data yang selalu diperbarui melalui pembangunan dynamic social registry agar kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berubah dapat tercatat dengan akurat.

Karena tidak semua warga mampu mengakses layanan digital, Kemensos melibatkan masyarakat melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga dan program Agen Perlinsos. Agen ini berasal dari berbagai lapisan masyarakat seperti RT/RW, pendamping sosial, PKK, kelompok pengajian, hingga Babinsa. Mereka membantu warga yang tidak memiliki perangkat digital untuk mendaftarkan diri dalam sistem bansos.

Pemerintah menargetkan lebih dari 50 juta keluarga terdaftar dalam sistem digitalisasi bansos pada akhir 2026. Target ini merupakan angka pendaftar, bukan jumlah penerima bantuan. Setelah pendaftaran, masyarakat akan melalui proses asesmen kelayakan. Digitalisasi bansos diperkirakan dapat digunakan untuk penyaluran pada 2027.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait