Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493387/original/067529500_1770208625-3.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus sebesar US$3,55 miliar pada Agustus 2026. Nilai ekspor mencapai US$26,61 miliar, naik 6,72% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor US$23,06 miliar, meningkat 19,09% YoY. Surplus nonmigas sebesar US$6,09 miliar didukung oleh komoditas seperti lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72). Namun, neraca migas mengalami defisit US$2,54 miliar, terutama dari hasil minyak dan minyak mentah. Pada September 2026, inflasi tahunan mencapai 3,28%, ditoshang oleh kelompok makanan (4,37%), transportasi (4,84%), dan perawatan pribadi (7,77%). Komoditas seperti ikan segar, daging ayam, cabai rawit, beras, minyak goreng, serta harga bensin dan emas perhiasan menjadi pendorong utama kenaikan harga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.59
Neraca Dagang RI Surplus US$3,55 Miliar pada Agustus 2026
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
Neraca Dagang Indonesia Agustus 2026 Cetak Surplus Tinggi USD 7,25 Miliar
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
Permintaan Kopi-Besi Loyo, Ekspor Pertanian dan Tambang RI Turun 2 Digit
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 14.16
Surplus Neraca Dagang Indonesia hingga Agustus 2026 Tembus USD7,25 Miliar
Berita terkait
Neraca Perdagangan Internasional di Kalsel Surplus Rp 80 Triliun
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.01
Nilai ekspor perdagangan RI Januari-Juni capai 140,81 miliar dolar AS
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 13.16
Neraca Dagang RI Kembali Defisit US$450 Juta pada Juni 2026
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.38
Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 21.45