Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pernyataan Kontroversial Beredar Jelang Pemilihan PBNU di Jombang

Satu minggu sebelum pemilihan kepemimpinan PBNU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, pernyataan kontroversial muncul terkait calon Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin. Dalam video di TikTok akun TITIKNEWS.ID, Kiai Kampung asal Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), menyatakan bahwa Gus Kikin tidak memiliki kemampuan mengaji yang memadai untuk disebut sebagai ulama. Gus Lilur menyebut, "Gus KiKin sama sekali tidak bisa ngaji," dan menyampaikan bahwa hal ini menyakitkan bagi kader muda NU. Namun, ia tetap menghormati Gus Kikin sebagai dzuriyah muassis NU dan pengasuh Pesantren Tebuireng. Pernyataan ini muncul di tengah beredarnya berbagai isu dan tudingan terhadap calon pemimpin PBNU. Akun TikTok tersebut menuliskan bahwa fitnah dan isu miring mulai bermunculan, termasuk klaim bahwa Gus Kikin tidak bisa mengaji. Gus Ali Azhar, SE, dzurriyah dari keluarga besar Ponpes Al-Hamdaniyah, menanggapi pernyataan ini dan merasa heran. Ia menjelaskan bahwa posisi Ketua Umum PBNU lebih fokus pada manajerial jamiyyah daripada menjadi ulama kitab kuning. Menurutnya, sejak era Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, para Ketua Umum PBNU adalah figur yang kuat dari sisi ekonomi, amanah, adil, dan memahami kebutuhan warga nahdliyin. Gus Kikin telah membuktikan hal ini saat menjadi Ketua PWNU Jatim. Beberapa pihak menyerukan agar tudingan ini dilihat secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada Gus Kikin dan Pesantren Tebuireng. Pernyataan ini menjadi sorotan publik mengingat bursa kepemimpinan PBNU tengah menjadi perhatian luas.

Berita terkait