Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pernyataan Pihak Keluarga Besar Almarhum Pasien BPJS Yurizal

Keluarga besar almarhum Yurizal Tri Chaerawan menyatakan kasus dugaan sikap nirempatik tenaga medis terhadap pasien BPJS Kesehatan telah dianggap selesai. Melalui akun Threads @yanifiltania, keluarga meminta publik dan media memberikan ruang serta ketenangan selama masa berkabung, dan tidak lagi menghubungi anggota keluarga. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diterima.

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026, yang menceritakan pengalaman menunggu hingga delapan jam tanpa kepastian di IGD RSCM saat menggunakan BPJS Kesehatan. Tanggapan sejumlah oknum tenaga kesehatan di linimasa dinilai kurang empati. Yurizal kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026, dan kerabatnya menyebut terlambat mendapat perawatan lebih lanjut sebagai salah satu penyebab.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan penantian delapan jam terjadi karena Yurizal membutuhkan perawatan di High Care Unit (HCU) yang kapasitasnya terbatas di RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional. Dirjen Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya menegaskan bahwa pasien sudah mendapat penanganan di IGD, namun keterisian fasilitas tinggi memengaruhi waktu pemindahan. Kemenkes tidak mengungkap diagnosis karena kerahasiaan medis, dan pihak keluarga sudah memahami kasus ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait