Pertempuran di Yaman Meluas, Eskalasi Memanas dan Tidak Ada yang Mau Mundur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik bersenjata di Yaman antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi semakin memanas dan tidak ada tanda-tanda de-eskalasi. Hisham Al-Omeisy, penasihat senior urusan Yaman di European Institute of Peace, menyatakan bahwa tidak ada pihak yang bersedia mundur. Pemerintah Yaman berupaya merebut kembali wilayah yang hilang, sementara Houthi bersikeras untuk terus maju di berbagai lokasi. Akibatnya, situasi diperkirakan akan semakin berdarah. Meskipun pemerintah Yaman memiliki waktu untuk mengoordinasikan pasukannya, kelompok Houthi berhasil memanfaatkan kelemahan struktural dalam koalisi yang didukung Arab Saudi untuk keuntungan mereka. Dalam enam hari terakhir, dampak dari strategi ini mulai terlihat secara nyata di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.10
Houthi Menggila Bombardir Arab Saudi, China Akhirnya Buka Suara
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.10
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena
Detik.com · 13 September 2026 pukul 11.25
Houthi Kembali Serang Arab Saudi, 2 Orang Terluka
Berita terkait
Saudi Minta Bantuan AS untuk Gempur Houthi, MBS Temui Pemimpin CENTCOM
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 21.20
4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 04.40
Houthi Klaim Merudal Pangkalan Militer Arab Saudi, Pertempuran Makin Berkobar
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 11.19
Trump Dukung Penuh MBS, AS Berikan Bantuan Intelijen dan Target Serangan
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 21.30