Perubahan Iklim Makin Terasa, Industri Konstruksi Didorong Kurangi Jejak Karbon Bangunan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perubahan iklim yang ditandai dengan kenaikan suhu dan pola cuaca tidak menentu mendorong industri konstruksi untuk mengurangi jejak karbon bangunan. Pembangunan berkelanjutan kini menuntut partisipasi penuh mulai dari desain, material, proses konstruksi, hingga operasional gedung. Indonesia Green Building Festival 2026 - Bandung Chapter yang digelar oleh PT Solusi Bangun Indonesia bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) di ITB menjadi ajang diskusi terkait transformasi ini. Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali menekankan bahwa menekan emisi harus dimulai sejak desain bangunan hingga operasionalnya, bukan hanya pada produksi material. Industri bahan bangunan dianggap berperan kunci karena kebutuhan material konstruksi terus naik seiring pertumbuhan perkotaan dan infrastruktur. Untuk menurunkan emisi, Solusi Bangun Indonesia menerapkan penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, efisiensi energi, dan energi terbarukan dalam proses produksinya. Festival ini menjadi wadah bagi pemangku kepentigaan untuk berbagi strategi dan solusi inovatif demi pembangunan yang ramah lingkungan di tengah tantangan iklim yang semakin terasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.00
Hadapi Regulasi Karbon Ketat Eropa, IBC Targetkan Solar PV Beroperasi 2027
Berita terkait
Kapasitas PLTS China Tembus 1.288 GW, Lampaui Batu Bara
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.24
Ahli Ungkap Alasan Kebakaran Hutan Makin Sulit Dipadamkan
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Harta Karun Tersembunyi, Limbah Sawit RI Bisa Diolah Jadi Listrik
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.00
BRIN dan PASPI Dorong Pemanfaatan Potensi Biogas Limbah POME
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.50