Pesan Wamensos Agus: Sekolah Rakyat Harus Dikawal Sebagai Program Strategis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa Sekolah Rakyat harus dikelola sebagai Program Strategis Nasional dan dikawal secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap hasil evaluasi 14 Sekolah Rakyat permanen di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi. Agus menekankan bahwa hasil pemantauan harus ditindaklanjuti dengan keputusan yang jelas, terukur, dan dapat dipantau hingga tuntas. Pemantauan mencakup perizinan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, peserta didik, operasional, dan pengawasan. Dari hasil pemantauan, diidentifikasi pola persoalan yang dapat menjadi dasar pemetaan masalah, akar masalah, keputusan yang diperlukan, penanggung jawab, batas waktu penyelesaian, dan mekanisme pemantauannya. Agus menyampaikan tujuh pesan kepada Gugus Tugas Pengendalian Sekolah Rakyat, termasuk pentingnya percepatan pembangunan fisik yang diikuti dengan kesiapan operasional dan sistem penyelenggaraan. Ia juga menekankan pengelolaan anggaran yang tertib, efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta kejelasan status dan pencatatan atas seluruh sarana prasarana dan Barang Milik Negara (BMN). Untuk mencegah masalah, sistem pengendalian harus berubah dari menunggu masalah ditemukan menjadi mampu mendeteksi potensi persoalan sejak awal melalui sistem peringatan dini berbasis data dan dashboard. Agus menegaskan bahwa hasil pemantauan harus menjadi pembelajaran bagi seluruh lokasi Sekolah Rakyat agar temuan di satu lokasi dapat mencegah persoalan serupa di lokasi lain. Ia juga meminta Gugus Tugas tidak hanya menjadi forum administratif, tetapi menjadi pusat koordinasi, pengendalian, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan lintas unit. Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan banyaknya rapat yang dilaksanakan, tetapi berapa banyak permasalahan yang berhasil diselesaikan dan risiko yang berhasil dicegah. Rapat Gugus Tugas harus menghasilkan empat keluaran: gambaran isu, prioritas permasalahan, langkah penyelesaian, dan mekanisme monitoring hingga selesai.
Bagikan
Berita terkait
Quiet Quitting: Mengapa Gen Z Memilih Bekerja Secukupnya di Tengah Tekanan Kerja
kumparan · 10 September 2026 pukul 23.00
Alasan Sopir Alphard Tabrak Lari hingga Kecelakaan Beruntun Surabaya
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.57
Polda Jambi Sita 22.800 Liter Minyak Ilegal, 8 Tersangka Ditangkap
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.55
KPK Ungkap Eks Kakanwil Pajak Haniv Deposit Uang Gratifikasi ke Sejumlah Bank
Detik.com · 10 September 2026 pukul 22.51