UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ustaz Abdul Somad (UAS) mengingatkan bahwa mempercayai mitos tanpa dalil sahih dapat merusak akidah dan mengantarkan pada syirik. Hal ini dijelaskan saat UAS menerangkan wafatnya putra Nabi Ibrahim berusia sekitar 18 bulan. Pada hari yang sama terjadi gerhana matahari, dan sebagian orang mengaitkannya dengan kematian tersebut. UAS membantah anggapan itu sebagai mitos tanpa dasar ajaran Islam.
UAS menegaskan seorang Muslim tidak boleh mempercayai sesuatu tanpa dalil sahih. Keimanan harus dibangun di atas Al-Qur'an dan hadis, bukan cerita masyarakat. Mempercayai mitos yang diyakini mendatangkan manfaat atau menolak bahaya bertentangan dengan tauhid, karena hanya Allah yang berkuasa memberi manfaat dan mudarat.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) juga mengingatkan syirik adalah dosa terbesar yang kadang dilakukan tanpa disadari. Bentuk syirik antara lain meyakini makhluk atau benda memiliki kekuasaan seperti Allah. Umat Islam diminta berhati-hati terhadap kepercayaan tanpa landasan syariat dan menjadikan Al-Qur'an serta Sunnah sebagai pedoman agar terhindar dari khurafat, takhayul, dan kesyirikan.
Bagikan
Berita terkait
Percaya Mitos, Benarkah Bisa Merusak Akidah?
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 10.14
Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 09.48
HUT RI ke-81 : Kemerdekaan Sejati dalam Islam, Bebas dari Penghambaan kepada Manusia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 05.15
Kasus Hapalan Ayat Hadiah Miras : Penistaan Agama, Bagaimana Sikap dan Tabiat Para Penghinanya?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 12.15