Percaya Mitos, Benarkah Bisa Merusak Akidah?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mitos masih menjadi bagian kehidupan sebagian masyarakat Indonesia, mulai dari keyakinan tentang hari sial, benda keramat, ritual tolak bala, hingga berbagai pantangan. Dalam Islam, kepercayaan harus dibangun di atas wahyu Allah SWT, bukan cerita atau tradisi yang tidak memiliki dasar syariat. Mitos yang diyakini memiliki kekuatan gaib atau mampu menentukan nasib seseorang termasuk perkara yang perlu diwaspadai karena bertentangan dengan prinsip tauhid.
Secara umum, mitos adalah cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Sebagian hanya berkembang sebagai bagian budaya, namun ketika mitos diyakini bisa mendatangkan manfaat, menolak bahaya, atau memengaruhi takdir, maka hal itu dikategorikan sebagai khurafat atau takhayul tanpa landasan Al-Qur'an maupun Sunnah. Islam menegaskan bahwa satu-satunya sumber kebenaran adalah wahyu Allah SWT. QS Al-Baqarah ayat 147 menyatakan bahwa kebenaran datang dari Tuhan, dan seorang Muslim dilarang menjadi orang yang ragu. Umat Muslim diimbau menggunakan akal dan hati untuk memahami kebenaran berdasarkan dalil yang sahih.
Bagikan
Berita terkait
UAS : Percaya Mitos, Menjerumuskan ke Syirik
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 11.49
Tradisi Buang Sial, Adakah Dasarnya? Ini Penjelasan Dalil Al-Qur'an dan Hadis
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 12.32
Benarkah Pemilik Pesugihan Jadi Budak Setan Setelah Mati? Buya Yahya Bongkar Faktanya
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.28
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 05.25