Peta Perdagangan Minyak Dunia Berubah, Asia Kini Dipaksa Berburu dari Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gangguan pasokan dan jalur pelayaran di Timur Tengah sedang mengubah peta perdagangan minyak dunia, memaksa kilang-kilil Asia untuk meningkatkan pencarian pasokan dari Amerika Serikat. Menurut Analis Vortexa Ioannis Papadimitriou, serangan antara Angkatan Laut AS dan Iran mendorong tarif angkutan kapal tanker di Teluk Persia naik secara signifikan. Data Baltic Exchange menunjukkan tarif very large crude carriers (VLCC) dari Teluk Oman ke China mencapai sekitar USD11,50 per barel, level tertinggi sejak awal tahun. Lonjakan biaya ini juga memengaruhi rute minyak dari Pantai Teluk AS ke Asia, meskipun minyak AS tetap kompetitif berdasarkan biaya pengiriman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 16.07
Trump Buka Pintu Negosiasi, Iran Justru Mengancam: Tidak Ada Pembicaraan!
Berita terkait
Presiden Trump Sebut AS akan Memenangkan Perang Iran, Selat Hormuz Menjadi Selat Trump
VOI · 10 September 2026 pukul 12.00
Iran Desak Pejabat AS Tinggalkan Timur Tengah, Minta Trump Akui Kekalahan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 23.00
Serangan Balasan Iran Percepat Rencana AS Menarik Diri dari Timur Tengah
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 19.35
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15