Pigai Minta Suara Rakyat jadi Penyusunan Kebijakan Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pentingnya partisipasi masyarakat yang bermakna (meaningful participation) dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Menurut Pigai, pemerintah tidak boleh sekadar memberi ruang bicara, tetapi harus mendengar, mempertimbangkan, dan menanggapi masukan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.
Agenda pemajuan HAM dinilai terintegrasi dengan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, bukan sebagai program terpisah. Kementerian HAM akan berperan sebagai fasilitator lintas sektor, termasuk isu pertanahan, lingkungan, dan masyarakat adat. Fokus utama saat ini adalah percepatan regulasi seperti revisi UU HAM Nomor 39 Tahun 1999, Perpres RANHAM, serta Perpres Bisnis dan HAM guna memastikan komitmen Presiden terimplementasi secara optimal melalui birokrasi.
Bagikan
Berita terkait
Pigai Sesalkan Draf Aturan HAM Mandek 8 Bulan di Setneg, Terancam Gagal
JawaPos · 17 September 2026 pukul 12.00
Wanti-wanti Pigai Agar RUU Rampas Aset Tak Seperti di Negara Komunis
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 03.15
Menteri Pigai Dorong Advokasi bagi Warga di Wilayah Konflik Papua
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.19
Pigai Siapkan Sanksi Blokir Akses Perbankan Perusahaan Pelanggar HAM
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.13