Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan UU P2SK, BI kini memiliki mandat tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga penentuan suku bunga dilakukan dengan sangat hati-hati melalui analisis stres dan asesmen dampak.
BI mencatat bahwa kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%. Saat ini, BI mempertahankan suku bunga di level 5,75% karena inflasi inti masih terkendali di angka 2% dan inflasi umum sebesar 3,19%. Kenaikan harga lebih dipicu oleh komponen pangan (volatile food) daripada tekanan permintaan domestik.
Sebagai solusi, BI tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga, tetapi menerapkan bauran kebijakan tertarget, insentif, pendalaman pasar uang, serta kolaborasi dengan KSSK. Langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga stabilitas ekonomi secara menyeluruh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.48
Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
Berita terkait
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.25
Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 10.18