Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polda NTT Perketat Pengawasan Titik Api Selama Musim Kemarau 2026

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memperketat pengawasan titik api selama musim kemarau 2026 untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upacara Kesiapsiagaan Karhutla Polda NTT 2026 dipimpin Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko, dihadiri oleh TNI, pemerintah daerah, BPBD, BMKG, Manggala Agni, Basarnas, Tagana, dan pemadam kebakaran. Irjen Rudi Darmoko menekankan bahwa geografis NTT yang didominasi lahan kering dan musim kemarau panjang meningkatkan risiko karhutla, yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, perekonomian, dan transportasi.

Polda NTT memerintahkan Polres dan Polresta untuk memetakan wilayah rawan, memantau titik api secara berkelanjutan, dan meningkatkan edukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Bhabinkamtibmas juga diminta memperkuat sosialisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Polda NTT menyiapkan personel dan peralatan pemadaman, serta memastikan kendaraan, pompa, selang, alat komunikasi, dan logistik siap digunakan. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak yang sengaja atau lalai menyebabkan kebakaran.

Koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan mulai tingkat pusat hingga daerah. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Pemantauan satelit menunjukkan beberapa titik api di wilayah seperti Flores Timur (aktivitas gunung berapi) dan Adonara (pembakaran daun oleh warga). Kabupaten Alor menjadi fokus karena memiliki kawasan savana luas dan pernah mengalami kebakaran sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Alor telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk mencegah kebakaran, termasuk meningkatkan sosialisasi dan memasang baliho imbauan di lokasi rawan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait