Polemik Kandungan LTJ Tuntas, 400.000 Ton Nikel Cs Resmi Diekspor Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) resmi melepas kembali ekspor komoditas mineral setelah polemik kandungan logam tanah jarang (LTJ) terselesaikan. Pelepasan ditandai dengan pengapalan Alumina Hidroksida dan Alumina Oksida dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak. Sebanyak 100 kapal kembali beroperasi membawa hampir 400.000 ton mineral senilai US$124 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci penyelesaian hambatan interpretasi ketentuan LTJ yang sempat menghentikan kegiatan pengapilan.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menekankan bahwa ribuan pekerja di sektor tambang, pengangkutan, pergudangan, pelabuhan, dan pelayaran akhirnya kembali bekerja. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebutkan kandungan LTJ merupakan unsur alami yang menyatu dalam produk utama, sehingga regulasi akan diatur lebih spesifik. Pemerintah menyiapkan revisi Permendag Nomor 6 Tahun 2026 agar surveyor dan otoritas Bea Cukai memiliki standar verifikasi seragam di lapangan.
Bagikan
Berita terkait
Ramai-Ramai Bahas Kandungan LTJ dalam Nikel-Timah Cs Hari Ini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.15
Pengusaha Menjerit, Aktivitas Industri Nikel Terhambat Gara-Gara LTJ
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.17
Tak Bisa Ekspor, Pengusaha: Investor Nikel Sudah Investasi US$44 M
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.34
DPR Bocorkan 2 Solusi Tuntaskan Kisruh Ekspor Nikel Cs Imbas LTJ
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.31