Tak Bisa Ekspor, Pengusaha: Investor Nikel Sudah Investasi US$44 M
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Beberapa pengiriman nickel pig iron (NPI) dari Indonesia tertahan karena harus menjalani pengujian tambahan untuk kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebelum ekspor. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat arus ekspor dan meningkatkan biaya logistik bagi pelaku usaha.
Industri nikel Indonesia berkontribusi besar terhadap investasi, dengan total sekitar US$44 miliar. Hingga 2026-2028, diperkirakan ada penambahan investasi lebih dari US$20 miliar. Sektor ini juga menyediakan ratusan ribu lapangan pekerjaan di berbagai kawasan industri.
Para pengusaha menekankan pentingnya kepastian usaha dan perlindungan hukum. Mereka menyebutkan 120 laporan survei belum terjalankan dan volume ekspor tertunda. Masalah LTJ mencerminkan tantangan dalam pengujian dan pengaturan mineral ikutan, di mana banyak perusahaan belum memiliki fasilitas untuk memanfaatkan LTJ secara ekonomis. Diperlukan standar jelas mengenai parameter teknis dan mekanisme pelaporan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.07
Alasan Freeport Minta Perpanjang Izin Tambang Sebelum 2041
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 01.27
ESA Bidik Ekspor Benang Bedah ke Amerika & Eropa, Investasi Rp20 Miliar
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 09.54
Kinerja Emiten Tambang Grup MIND ID Diproyeksikan Meningkat pada Semester II 2026
Berita terkait
Polemik Kandungan LTJ Tuntas, 400.000 Ton Nikel Cs Resmi Diekspor Lagi
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.20
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Bahlil Kenang Didemo 1,5 Bulan Gara-gara Larangan Ekspor Bijih Nikel
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.43
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16