Polling kumparan: 55,39% Pembaca Pernah Bayar Subscription yang Tak Terpakai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polling kumparan pada 10-17 Agustus 2026 menunjukkan 55,39% dari 269 pembaca pernah membayar subscription atau langganan yang sudah tidak terpakai. Sementara itu, 44,61% atau 120 pembaca mengaku tidak pernah mengalami hal tersebut. Temuan ini menggambarkan betapa umumnya masalah jebakan berlangganan (subscription trap) di era digital saat ini.
Menanggapi persoalan serupa, Pemerintah Kota New York mengumumkan aturan baru bertajuk "Click to Cancel" pada 10 Juli 2026. Kebijakan yang diresmikan Wali Kota Zohran Mamdani bersama Department of Consumer and Worker Protection (DCWP) ini mewajibkan perusahaan menyediakan cara yang mudah dan transparan bagi konsumen untuk membatalkan layanan berlangganan. Aturan ini menjadi yang pertama di tingkat pemerintah kota di Amerika Serikat yang mengatur praktik jebakan berlangganan dan membatasi biaya tersembunyi, dengan efektif berlaku mulai 1 Oktober 2026.
Zohran menegaskan bahwa biaya tersembunyi dan subscription trap membebani warga di tengah kondisi ekonomi sulit. Saat ini hampir setiap aplikasi menawarkan fitur berbayar, mulai dari YouTube, X (Twitter), hingga LinkedIn, yang membuat konsumen rentan terjebak dalam langganan yang sulit dibatalkan karena prosedur yang berbelit.
Bagikan
Berita terkait
Perlindungan Konsumen Jadi Fokus di Tengah Pertumbuhan Aset Digital
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05
Upbit Indonesia Umumkan Head of Operations Baru, Perkuat Perlindungan Konsumen
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 09.26
Duit Warga RI Rp 9,1 Triliun Dimaling, 1.000 Korban Tiap Hari
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 19.15
Standardisasi dan Perizinan Klinik Hewan Jadi Sorotan
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.00