Prabowo di EEF Rusia: Indonesia Pilih Bangun Jembatan bukan Tembok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia pada kebijakan luar negeri bebas dan aktif saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa Indonesia tidak ingin terseret ke dalam politik blok atau aliansi militer, melainkan memilih memperluas kerja sama ekonomi dengan berbagai negara. Prabowo menekankan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia ditentukan oleh kepentingan nasional dan bertujuan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. Indonesia juga membuka pintu kerja sama melalui Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), yang tidak diarahkan untuk menghadapi pihak tertentu. Ia menekankan pentingnya membangun jembatan kerja sama, bukan tembok, di tengah fragmentasi global. Prabowo juga mengaitkan pembangunan dengan perdamaian, menyatakan bahwa kedaulatan, perdamaian, dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat saling mendukung. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa masalah sosial seperti kelaparan dan ketidakadilan sering menjadi sumber konflik, sehingga kolaborasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan dapat menjadi fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Ditanya Kasus Kematian Sutrimo, Pengacara Febrie Adriansyah Bilang Bukan Kompetensinya Menjawab
JawaPos · 3 September 2026 pukul 23.45
Kebiasaan Harian 5 Menit Ini Dapat Menurunkan Risiko Stroke
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 23.36
AS Dukung Suriah Jadi Rute Alternatif Selat Hormuz
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 23.31
Bantah Aliran Uang Rp 40 M, Kubu Febrie Adriansyah Ungkap 4 Nama Pejabat Kejagung dalam BAP Tan Kian
JawaPos · 3 September 2026 pukul 23.30