Pram Bicara Persoalan Sampah di Jakarta: Harus Diselesaikan Bersama-sama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa persoalan sampah di Ibu Kota tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi bersama berbagai pihak. Hal ini disampaikan dalam acara Local Hero Indonesia Forum 2026 yang digelar Indonesia Water Institute dengan tema "From Campaign to Collaboration: Strengthening Multi-Stakeholder Partnership for Sustainable Waste Management". Pramono menjelaskan bahwa Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari, sehingga Pemprov DKI mengubah prinsip penanganan dari "angkut buang" menjadi "pilah, angkut, olah" sesuai Peraturan Gubernur No. 5 Tahun 2022. Akibat perubahan ini, sampah yang masuk ke Bantargebang berkurang sekitar 500 ton per hari, dan persentase rumah tangga yang memilah sampah naik dari 5,31% menjadi 23,14% sejak gerakan dimulai pada 10 Mei 2022.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.09
Pramono Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Persoalan Sampah di Jakarta
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 19.13
Dukung ESG, Menarini Indonesia Tanam 1.600 Mangrove di Jabar dan Jakarta Utara
Berita terkait
11 Perusahaan Pengangkut Sampah di Jakarta Kena Sanksi DLH, Ini Pelanggarannya
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 00.04
DKI beri sanksi Rp10 juta kepada penyedia jasa angkut sampah nakal
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 07.08
Sampah Bisa Jadi Sumber Cuan, Pemuda Diminta Ambil Peran
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 16.28
Pemprov DKI Denda Perusahaan yang Buang Sampah Sembarangan Rp 5 Juta
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.43