Pramono Pilih Cara Humanis Tata Pedagang Kramat Jati, Ajak Dialog Langsung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih pendekatan humanis dalam menata pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia berdialog langsung dengan pedagang untuk memastikan kesediaan mereka dipindahkan dari pinggir jalan ke lokasi yang telah disiapkan. Pendekatan ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik sekaligus memberikan tempat yang layak bagi para pedagang untuk tetap mencari nafkah. Pramono menyatakan penataan bukan perkara mudah, mengingat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut telah berlangsung sejak awal 1970-an hampir 56 tahun. Sebanyak 614-640 pedagang akan ditata, dengan 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue ke Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang lainnya ke pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya. Pemprov DKI juga memberikan keringanan retribusi selama enam bulan bagi pedagang yang menempati lokasi binaan (Lokbin) Kramat Jati. Proses penataan dilakukan dengan melibatkan pedagang dan tokoh masyarakat untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati Selama 6 Bulan
Detik.com · 1 September 2026 pukul 21.44
Pram Tegaskan CCTV DKI Tak Dimatikan Saat Adanya Aksi: Semua Termonitor
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 11.26
CCTV Dirusak saat Demo, Pramono Minta Pelaku Ditelusuri
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.59
CCTV Pemprov DKI Dirusak Massa, Pramono Minta Pelaku Ditelusuri
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.39