Pramono Sebut DKI Punya Aset Senilai Rp 126,9 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321324/original/079976200_1786437978-cc1c0894-efc9-4668-9b52-5f7b647e0b78.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mencatatkan 4.482 sertifikat aset baru sepanjang 2024. Aset tersebut meliputi lahan seluas 667 hektare dengan total nilai Rp 126,9 triliun. Pencatatan aset dilakukan dalam tiga tahap: pertama pada 13 Februaripencatatan 3.922 sertifikat senilai Rp 102 triliun, kedua pada 24 Juni sebanyak 499 sertifikat senilai Rp 22,2 triliun, dan ketiga pada Juli 2024 sebanyak 61 sertifikat senilai Rp 2,9 triliun.
Sertifikasi aset ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk mengatur administrasi dan memperkuat legalitas aset milik Jakarta. Dengan adanya legalitas yang jelas, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan kota melalui skema pembiayaan kreatif.
Pramono menekankan pentingnya optimalisasi aset karena pembangunan Jakarta tidak dapat terus bergantung sepenuhnya pada APBD. Ia menjelaskan bahwa pemerintahan menggunakan berbagai pendanaan seperti dana KLB dan obligasi daerah untuk mendukung proyek pembangunan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.52
Di Depan AHY, Pramono Singgung APBD Jakarta Dipotong: Jangan Nambah Lagi
Berita terkait
Prabowo Puji Pramono, Berbeda Partai, tetapi Bekerja Sama dengan Baik
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 17.18
Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Fahira Idris Beri 6 Rekomendasi ke Pramono
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.50
Cuekin Saran Purbaya, Pramono: Bangun Jakarta Perlu Duit Banyak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 03.10
Cuekin Saran Purbaya, Pramono: Bangun Jakarta Itu Perlu Duit Banyak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 03.10