Presiden AS Donald Trump Umumkan Perang Ekonomi Total Lawan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi berskala masif untuk mengisolasi Iran secara total dari sistem global. Melalui platform Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai "perang ekonomi" paling menghancurkan dalam sejarah kebijakan luar negeri AS, sebagai respons atas kegagalan Iran memanfaatkan kesepakatan yang sebelumnya ditawarkan. Operasi ini bertujuan memutus seluruh jalur keuangan dan perdagangan yang mendukung ekonomi Iran, serta menghentikan aktivitas ilegal dan strategis yang menjaga ketahanan ekonomi negara tersebut.
Trump memberikan peringatan keras kepada negara mana pun yang masih menjalin kerja sama dengan Iran, menyatakan bahwa entitas pemerintah maupun swasta yang membantu Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat dari AS. Ia meminta sekutu AS untuk bersatu melawan "ancaman Iran" dan melabeli kampanye ini sebagai "D-Day ekonomi". Selain tekanan ekonomi, Trump juga mengklaim kekuatan militer Iran telah lumpuh, dengan mengatakan bahwa angkatan laut dan udara Iran hancur, serta fasilitas militernya rusak.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Washington tidak akan berhasil memaksa Teheran memberikan konsesi meski tekanan terus ditingkatkan. Insiden serangan drone di kantor PM Kurdistan Irak yang diduga berasal dari Iran juga memicu ketegangan. Utusan khusus AS Jared Kushner melaporkan komunikasi antara Washington dan Iran semakin intens dalam upaya mencapai perjanjian baru untuk mengakhiri konflik. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Trump untuk mengutamakan diplomasi dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32
Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.31
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar terhadap Iran, Negara Mitra Dagang Diancam Sanksi
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Trump Luncurkan Perang Ekonomi Paling Menghancurkan, Ancam Negara Mana Pun yang Bantu Iran
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
Berita terkait
Trump Serukan Menyerah, Iran Klaim Menang Perang dan Diplomasi!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.29
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27
AS Gunakan Sarana Diplomatik, Militer dan Ekonomi untuk Menekan Iran
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 08.00
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.27