AS Sesumbar Akan Runtuhkan Rezim Iran via Perang Ekonomi, Ajak Sekutu dan China Keroyokan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) menyatakan akan meruntuhkan rezim Iran melalui perang ekonomi yang dijuluki 'paling menghancurkan' dan mengajak sekutu serta China untuk bergabung dalam kampanye ini. Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa setiap hubungan yang tersisa dengan Teheran akan mempercepat tekanan ekonomi terhadap Iran. Upaya ini diluncurkan di tengah kritik domestik terkait dampak perang dan menjelang pemilu paruh waktu yang akan datang. Menteri Keuangan AS belum merinci langkah-langkah spesifik, namun berjanji memberikan informasi lebih lanjut dalam konferensi pers minggu depan. Wakil Presiden JD Vance menekankan bahwa tekanan ekonomi merupakan alat paling efektif yang tersedia, meskipun mengakui situasi yang rumit karena Iran juga berpotensi memberikan tekanan balik. Iran menolak tuduhan AS dan menyebut kebijakan ini sebagai 'terorisme ekonomi' yang akan gagal. Sebelumnya, Kapal Induk Nuklir AS George Washington telah ditempatkan di Timur Tengah sebagai bagian dari penempatan militer yang lebih luas terhadap Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32
Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.31
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar terhadap Iran, Negara Mitra Dagang Diancam Sanksi
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.30
Presiden AS Donald Trump Umumkan Perang Ekonomi Total Lawan Iran
Berita terkait
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran Buat Kucilkan Iran
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.53
Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.31
Trump Luncurkan Perang Ekonomi Paling Menghancurkan, Ancam Negara Mana Pun yang Bantu Iran
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 11.15
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25