Presiden Iran: Negosiasi dengan AS Tak Bermakna, Selalu Berujung Serangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negosiasi dengan AS tak bermakna karena setiap perundingan diikuti serangan. Ia menuding AS tidak mencari dialog melainkan untuk menggulingkan Republik Islam Iran. Perang di Timur Tengah dimulai akhir Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan mendadak di Iran. Kedua pihak sempat mencapai kesepakatan MoU pada Juni, namun situasi memburuk setelah Iran menyerang kapal di Selat Hormuz. Negosiasi tidak menghasilkan terobosan meski ada pertemuan tidak langsung di Sumbangsidang Umum PBB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 09.42
AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom B-1 dari Pangkalan Inggris, Takut Diserang Iran?
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 16.16
Iran Tegas Tutup Selat Hormuz sampai AS Penuhi Syarat
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 11.42
Lawan Tekanan AS, Rusia dan China Bersatu Bela Hak Iran Miliki Program Nuklir
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 08.35
AS Usir 2 Delegasi Iran di PBB
Berita terkait
Iran Berharap Negosiasi dengan AS Kali Ini Mungkin akan Lebih Serius
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 18.54
Presiden Iran Ingatkan Respons Tegas Jika AS Lanjutkan Serangan
Detik.com · 26 September 2026 pukul 17.54
Diam-Diam AS-Iran Mulai Negosiasi Rahasia, Sepakat Hentikan Perang?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 08.05
Tak Ada Takut-takutnya Iran atas Ancaman AS: Ada Balasan untuk Setiap Serangan
Detik.com · 21 September 2026 pukul 10.53