Presiden Prabowo Salah, Pendapatan Ojol Turun Bukan Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) membantah pernyataan Presiden Prabowo mengenai kenaikan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) hingga tiga kali lipat. Ketua SPAI, Lily Pujiati, menegaskan bahwa pendapatan pengemudi justru menurun akibat potongan aplikasi yang masih sangat tinggi di lapangan.
SPAI menemukan bukti bahwa potongan platform mencapai 34%, jauh melampaui batas maksimal 8% yang diatur dalam Perpres No. 27/2026. Sebagai contoh, dari tarif Rp19.500, pengemudi hanya menerima Rp12.880 setelah dikurangi biaya layanan, asuransi, dan potongan platform. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap regulasi pemerintah yang seharusnya melindungi pendapatan pengemudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.23
Prabowo Sebut Penghasilan Driver Ojol Sudah Naik hingga Tiga Kali Lipat
Berita terkait
Viral Video Soal Prabowo Dibohongi Orang-orang Terdekatnya: Laporan Itu Tak Sesuai Kenyataan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.50
FSpeed: Ojol Bukan UMKM, Pemerintah Diminta Konsisten Lindungi Pekerja Transportasi Online
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.30
Ojol Ungkap Alasan Tolak Status Berubah Jadi UMKM
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.00
Ada Ojol Tolak Jadi UMKM, Begini Respons Pemerintah
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05