Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sekjen PBB Desak AS dan Iran Segera Lanjutkan Negosiasi Damai

Sekretaris Jenderig PBB Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk segera melanjutkan negosiasi damai guna menyelesaikan konflik militer yang sedang berlangsung. Desakan ini disampaikan setelah tenggat negosiasi 60 hari yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Guterres juga meminta kedua belah pihak menahan diri, menurunkan retorika politik, dan menghindari eskalasi militer. Situasi semakin tegang sejak Trump secara sepihak mengumumkan bahwa gencatan senjata yang dicapai pada 18 Juni tidak lagi berlaku, diikuti dengan serangan militer AS terhadap wilayah Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar kesepakatan yang ada. Di sisi lain, negara-negara mediator di Timur Tengah masih berusaha memfasilitasi pembentukan kesepakatan baru, meskipun upaya ini dihambat oleh sikap negosiasi yang tidak konsisten dari kedua pihak. Trump juga sempat mengancam akan membom Oman jika dinilai menghalangi perundingan AS dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene mengklaim bahwa pemerintahan Trump sedang membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Iran dan Oman kemudian mencapai kesepakatan teknis terkait rute pelayaran di Selat Hormuz, meskipun ketegangan tetap tinggi akibat pembatalan gencatan senjata oleh AS. PBB juga mengungkapkan berbagai krisis kemanusiaan global, termasuk kelangkaan air di Palestina, gangguan pendidikan bagi 8 juta anak di Sudan, potensi peningkatan kelaparan akibat El Nino, dan kondisi kelaparan di Gaza yang dipengaruhi blokade dan gangguan pasokan bantuan kemanusiaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait