Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Punya Rute Lain, Ekspor Minyak Negara Teluk Dekati Level sebelum Perang

Ekspor minyak mentah dari Timur Tengah pulih hampir ke level sebelum perang setelah produsen kawasan meningkatkan pengiriman melalui jaringan pipa, pelabuhan alternatif, dan transfer antarkapal. Menurut analis J.P. Morgan, rata-rata ekspor selama 10 hari mencapai 17,5 juta barel per hari, atau 98 persen dari level sebelum perang, sejak konflik AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Gangguan distribusi akibat penurunan arus melalui Selat Hormuz mendorong Arab Saudi dan produsen Teluk lainnya, termasuk Uni Emirat Arab, mengalihkan rute kirim ke pipa dan pelabuhan yang tidak melewati Selat Hormuz.

Pemulihan ini terjadi meski beberapa rute alternatif masih mengalami gangguan, seperti serangan terhadap pipa minyak penting Arab Saudi dan ancaman kelompok militan terafiliasi Iran terhadap kapal di koridor pelayaran lain. Produsen minyak kawasan berhasil menemukan jalur alternatif untuk mempertahankan aliran ekspor. Goldman Sachs memperkirakan ekspor mentah dari produsen Teluk mencapai 19 juta barel per hari hingga Senin, 28 September 2026. Minyak mentah menyumbang hampir 90 persen pemulihan total ekspor kawasan pada September, didorong kuatnya pengiriman melalui Selat Hormuz.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait