Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya di Antara Sri Mulyani dan Anwar Ibrahim

Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru saja kehilangan posisinya sebagai Menteri Keuangan, kini menjadi sorotan terkait langkah berikutnya di kariernya. Beberapa spekulasi muncul, seperti menjadi gubernur lembaga keuangan baru, Menko PMK, atau memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Namun, Purbaya menyatakan tidak lagi tertarik menduduki jabatan publik di lembaga negara. Ia lebih memilih untuk kembali ke dunia akademisi, penelitian, kolumnis, atau menulis buku. Dengan pengalamannya yang panjang di sektor publik dan swasta, termasuk di Danareksa, Komite Ekonomi Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga Kementerian Keuangan, Purbaya memiliki perspektif unik dalam menganalisis kebijakan ekonomi. Artikel ini juga membandingkan karier Purbaya dengan dua tokoh lain: Sri Mulyani Indrawati dan Anwar Ibrahim. Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan yang kini mengajar di Oxford dan tetap relevan di dunia ekonomi, menjadi contoh bagaimana seorang ekonom dapat keluar dan masuk dari pemerintahan tanpa kehilangan pengaruhnya. Di sisi lain, Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang sempat dipenjara, kini menjadi Perdana Menteri setelah lebih dari dua dekade pergolakan politik. Meski latar belakang keduanya berbeda, kisah keduanya menunjukkan bahwa kehilangan jabatan tidak selalu berarti akhir dari karier publik. Penulis menyarankan agar Purbaya tidak perlu buru-buru mencari jabatan baru hanya untuk membuktikan kariernya belum selesai. Ia juga tidak perlu masuk politik hanya karena pintu kabinet tertutup. Untuk sementara, Purbaya perlu mempertimbangkan gagasan tentang arah hidupnya, sama seperti ia sedang memancing ikan di kolam belakang rumahnya.

Berita terkait