Pusat Data hingga Kendaraan Listrik Dorong Lonjakan Permintaan Energi di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi Indonesia diproyeksikan meningkatkan kebutuhan listrik dalam beberapa dekade mendatang. Sektor industri, pusat data, bangunan, kendaraan listrik, dan elektrifikasi rumah tangga menjadi kontributor utama peningkatan permintaan listrik. Lisa Tinschert dari GIZ Energy Programme menyatakan bahwa pusat data menjadi sumber permintaan baru yang sulit diproyeksikan akurat, sementara kebutuhan listrik dari bangunan untuk pendinginan, kendaraan listrik, dan kompor listrik rumah tangga juga diperkirakan terus naik.
Pemerintah dan pemangku kepentiawian perlu mengembangkan sistem energi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas pasokan, tetapi juga efisien dan fleksibel. Efisiensi energi menjadi kunci untuk memisahkan pertumbuhan ekonomi dari konsumsi listrik dan mendukung pengurangan emisi. Indonesia berada di persimpangan untuk menentukan sumber kapasitas pembangkitan baru yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Heboh Tren Foto 80-an Pakai ChatGPT, Ternyata Bikin Bumi Makin Panas
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.15
Cara Merawat Mobil Listrik yang Aman agar Baterai Awet
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.10
Industri HVAC Indonesia Hadapi Tantangan Efisiensi Energi dan Standar Cleanroom
JawaPos · 10 September 2026 pukul 17.30
Pakar: Gas Bumi Adalah Bahan Baku Ekonomi, bukan Sekadar Komoditas
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.36