Alasan Pengusaha Tekstil Bilang Usulan UMP 2027 Naik 9,5% Masuk Akal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai usulan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 sebesar 7,5%-9,5% dari serikat pekerja cukup masuk akal. Kenaikan ini bertujuan mendorong daya beli masyarakat yang masih lemah dan mengurangi biaya-biaya siluman di industri seperti pungli, sogokan, serta biaya perizinan. APSyFI menekankan pentingnya mengurangi biaya di luar upah agar industri dapat tumbuh sehat. Sementara itu, KSPI mengusulkan kenaikan 7,5%-9,5% berdasarkan rata-rata inflasi 3,20%, pertumbuhan ekonomi 5,43%, dan indeks tertentu 0,9, dengan perhitungan hasilnya sekitar 7,7%. KSPI menekankan kenaikan upah harus diimbangi kontrol harga kebutuhan pokok agar daya beli pekerja tidak turun meskipun upah naik secara nominal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 14.28
Buruh Minta UMP 2027 Naik 9%, Pengusaha Ingatkan Hal Ini
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 11.12
Mendag: Pemerintah komitmen jaga stabilitas daya beli masyarakat
Berita terkait
Pusingnya Warga RI: Uang Sekolah-Sembako Mahal, Jadi "Malas" Beli Baju
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.15
Mengejutkan! Kata Pengusaha Usulan Said Iqbal UMP 2027 Naik 9,5% Ideal
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.45
Buruh Usul Upah Minimum 2027 Naik 9,5%, Ini Alasannya
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 10.42
Purbaya Pilih Pertahankan Subsidi Energi Demi Jaga Daya Beli dan Inflasi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 21.00