Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Rantai Dingin Kunci Tekan Ikan Terbuang, Teknologi Hemat Energi Didorong untuk KNMP

Penguatan sistem rantai dingin (cold chain) dianggap strategis untuk mengurangi susut hasil perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta daya saing ekspor Indonesia. Dengan produksi perikanan nasional yang diproyeksikan mencapai 15 juta ton pada 2025, hanya kurang dari 12 persen yang dapat ditangani dengan sistem rantai dingin, menyebabkan sebagian hasil perikanan rusak atau terbuang sebelum mencapai konsumen.

Anggota Komisi IV DPR Prof Rokhmin Dahuri menekankan bahwa ikan dan produk laut mudah rusak, sehingga membutuhkan penanganan, penyimpanan, dan transportasi dengan suhu yang tepat. Keterbatasan rantai dingin ini berdampak pada penurunan kualitas ikan, harga jual yang rendah, risiko kesehatan konsumen, dan kesulitan memenuhi standar ekspor. Akibatnya, meski menjadi produsen perikanan besar, Indonesia masih tertinggal dalam nilai ekspor dibanding negara seperti Vietnam, Thailand, dan Norwegia.

Untuk mengatasi tantangan ini, Rokhmin mendorong penerapan teknologi rantai dingin yang efisien dan ramah lingkungan, termasuk teknologi low carbon atau zero carbon dengan memanfaatkan energi surya. Indonesia diakui memiliki potensi besar sebagai gudang energi matahari, sehingga penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil perikanan dan daya saing ekspor nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait