Refleksi Hari Konstitusi: Merajut Keberagaman dan Menguatkan Konstitusi Untuk Menuju Indonesia Emas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini merefleksikan makna Hari Konstitusi yang diperingati setiap 18 Agustus, mengingat pembentukan UUD 1945 sehari setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Para pendiri bangsa duduk bersama menyingkirkan ego sektoral untuk memahat konsensus tertinggi tersebut. Tema tahun 2026 "Dari Konstitusi untuk Kesejahteraan Rakyat: Menguatkan Konstitusi Kebangsaan Menuju Indonesia Emas" dijadikan momentum autokritik dan mercusuar arah bangsa, menanyakan apakah janji kemerdekaan dalam konstitusi telah mewujud dalam kesejahteraan rakyat. Penulis menekankan bahwa memahami konstitusi memerlukan penelusuran tiga dimensi esensial: akar pemikiran, jejak waktu, dan ujian kenyataan, bukan sekadar membaca teksnya. Kutipan Ir. Soekarno bahwa Indonesia milik semua bangsa dari Sabang sampai Merauke dijadikan fondasi rohani naskah konstitusi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 10.45
Siti Fauziah Bicara Penguatan Nilai Konstitusi & Karakter Generasi Bangsa
Berita terkait
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dorong Evaluasi Pelaksanaan Konstitusi Demi Tujuan Ini
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 11.16
Hari Konstitusi, Plt Sekjen MPR Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Generasi Bangsa
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.55
Apa pun Keputusan MK Soal Gugatan Gibran, Ini Berbagai Konsekuensi Hukum yang Menyertai
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 22.31
Apa bedanya Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Pancasila?
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 21.46