Refleksi Hari Konstitusi: Merajut Keberagaman dan Menguatkan Konstitusi Untuk Menuju Indonesia Emas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini merefleksikan makna Hari Konstitusi yang diperingati setiap 18 Agustus, mengingat pembentukan UUD 1945 sehari setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Para pendiri bangsa duduk bersama menyingkirkan ego sektoral untuk memahat konsensus tertinggi tersebut. Tema tahun 2026 "Dari Konstitusi untuk Kesejahteraan Rakyat: Menguatkan Konstitusi Kebangsaan Menuju Indonesia Emas" dijadikan momentum autokritik dan mercusuar arah bangsa, menanyakan apakah janji kemerdekaan dalam konstitusi telah mewujud dalam kesejahteraan rakyat. Penulis menekankan bahwa memahami konstitusi memerlukan penelusuran tiga dimensi esensial: akar pemikiran, jejak waktu, dan ujian kenyataan, bukan sekadar membaca teksnya. Kutipan Ir. Soekarno bahwa Indonesia milik semua bangsa dari Sabang sampai Merauke dijadikan fondasi rohani naskah konstitusi.
Bagikan
Berita terkait
Presiden PKS AMY: Rakyat Mengukur Pertumbuhan Ekonomi dari Harga Beras hingga Penghasilan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.47
Megawati Sentil Hukum Indonesia Seperti Karet: Terserah Dah Kemauan Kalian
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 18.30
Kapolri Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT RI di Istana, Tekankan Persatuan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.41
Teknologi Asli Indonesia Ini Bikin Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Menggema se-Nusantara
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 14.35