Regulasi Impor Terus Berubah, KSO SCISI Bekali Importir Jateng Hadapi Aturan Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perubahan regulasi impor yang terjadi semakin cepat menjadi tantangan bagi pelaku usaha di Indonesia. Untuk membantu importir di Jawa Tengah beradaptasi, KSO SCISI menggelar Regular Update Session di Semarang pada Kamis, 30 Juli. Kegiatan ini mengumpulkan pemerintah, surveyor, dan pelaku usaha guna membahas berbagai regulasi impor terbaru, termasuk Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) dan pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pimpinan KSO SCISI, Feruz Robby Nugraha, menjelaskan bahwa dinamika regulasi impor saat ini berkembang sangat cepat, sehingga pelaku usaha harus adaptif dan memahami setiap ketentuan. Regular Update Session menjadi agenda rutin untuk menyosialisasikan perkembangan regulasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai persyaratan VPTI, implementasi SNI, dan ketentuan baru agar aktivitas impor berjalan efektif dan sesuai aturan.
KSO SCISI berkomitmen tidak hanya menyediakan layanan VPTI yang berkualitas, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui edukasi dan pendampingan. Feruz menilai kolaborasi antara pemerintah, surveyor, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menciptakan tata niaga impor yang tertib dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Bagikan
Berita terkait
Mendag Ungkap Syarat Impor KRL Bekas
Detik.com · 27 September 2026 pukul 12.30
Mendag Buka–bukaan soal Syarat Impor Kereta Bekas
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 08.10
Produsen Diminta Setop Sementara Beras Fortifikasi
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.22
Tindak 25 Merek Beras Fortifikasi Nakal, Amran Optimistis Harga Beras Turun
kumparan · 21 September 2026 pukul 11.04