Produsen Diminta Setop Sementara Beras Fortifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta moratorium produksi beras fortifikasi menyusul temuan pelanggaran oleh 25 merek beras. Pelanggaran berupa over klaim kandungan vitamin dan mineral yang tidak sesuai standar SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025, namun dijual dengan harga tinggi berkisar Rp19.270 hingga Rp57.600 per kg. Pemerintah akan melakukan pencabutan izin hingga proses hukum terhadap produsen terkait.
Untuk menjaga stabilitas pasar dan mengisi kekosongan di ritel, Menteri Pertanian memerintahkan Bulog menambah stok beras ke ritel menjadi 300 ribu ton. Amran menegaskan bahwa stok beras nasional tetap aman dengan ketersediaan sekitar 5 juta ton, sehingga moratorium ini tidak akan mengganggu pasokan pangan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 21.15
BPKN Ungkap Temuan Beras Fortifikasi Tidak Standar Sejak 2025, Dorong Wajib SNI
kumparan · 21 September 2026 pukul 11.04
Tindak 25 Merek Beras Fortifikasi Nakal, Amran Optimistis Harga Beras Turun
Berita terkait
Bulog Jaga Stok Ritel Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11
Mafia Beras Dibongkar Pekan Depan!
Detik.com · 14 September 2026 pukul 12.33
Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Stok Ritel
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11
Pemerintah Bakal Rugi Rp 71 Triliun Gegara Beras Fortifikasi
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 09.25