Rehat dari Media Sosial Bikin Tidur Lebih Nyenyak dan Cemas Berkurang, Ini Temuan Peneliti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian menunjukkan mengurangi atau menghentikan penggunaan media sosial (Instagram, TikTok, X) selama jangka waktu tertentu dapat meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan tingkat kecemasan pada dewasa muda. Sebagian besar peserta melaporkan tidur lebih panjang dan nyenyak serta penurunan gejala kecemasan harian. Meskipun diperkirakan berkurangnya paparan blue light sebelum tidur berperan, faktor psikologis ternyata lebih dominan: berkurangnya stimulasi konten memicu emosi, perbandingan sosial, dan rasa FOMO yang menyebabkan kecemasan turun, mempermudah otak relaksasi, dan kualitas tidur meningkat secara alami. Hasil ini menjadi bukti bahwa jeda terencana dari media sosial merupakan intervensi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas tidur.
Bagikan
Berita terkait
Main Media Sosial Terlalu Dini, Apakah Anak Lebih Rentan Mengalami Kecemasan?
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.30
Meta Hadapi Gugatan Efek Adiktif Media Sosial, Nilainya Capai Rp 319,6 Triliun
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 12.32
Ikhtiar Pemkot Memagari Remaja dari Pergaulan Bebas dan Krisis Mental
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.53
Pemerintah Blokir Ribuan Akun Medsos, Hasilnya Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.30