RI Ditarget Punya Pembangkit Nuklir Tahun 2032, Begini Persiapannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menargetkan PLTN pertama dapat beroperasi komersial pada 2032, sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi menuju net zero emission 2060. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sedang menyiapkan regulasi dan sistem pengawasan bertahap untuk mendukung target ini. Kapasitas PLTN diproyeksikan mencapai 35 GW pada 2060, dengan kontribusi listrik sebesar 14,2% atau sekitar 276 TWh dari total produksi listrik nasional. Bapeten menekankan pentingnya membangun kesiapan regulator sejak awal, termasuk lima pilar infrastruktur pengawasan: tata kelola pengawasan, analisis keselamatan, laboratorium radiasi, SDM pengawas, dan dukungan organisasi teknis. Pengawasan akan disesuaikan dengan karakteristik teknologi reaktor, termasuk reaktor darat skala besar, PLTN apung, dan Small Modular Reactor (SMR).
Bagikan
Berita terkait
Pembangkit Nuklir Diramal Bisa Menyumbang 14,2% Listrik di RI
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.05
Tak Cuma di Darat, Pembangkit Nuklir Bisa Dibangun Terapung
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.45
RI Diramal Punya Pembangkit Nuklir Pertama Tahun 2032, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.40
Media Asing Soroti Rencana Proyek Nuklir RI di Pulau Tak Berpenghuni
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 08.00