RI Undang Jerman 'Tanam Duit' di Energi Hijau hingga Semikonduktor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Jerman memperkuat kemitraan ekonomi dengan menargetkan investasi di sektor energi hijau, semikonduktor, dan pendidikan vokasi. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia dengan total investasi kumulatif sebesar US$ 1,23 miliar dari 2021 hingga 2026. Kedua negara membahas proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan energi terbarukan melalui pendanaan KfW dan partisipasi Jerman dalam program Just Energy Transition Partnership (JETP) yang mencapai komitmen US$ 21,4 miliar bersama Jepang.
Pertemuan bertajuk "Indonesia-Germany Economic Partnership" juga menggambarkan komitmen kedua negara untuk mengembangkan rantai pasok global, khususnya di industri semikonduktor. Indonesia mengincar transfer teknologi dan penguatan kapasitas lokal agar dapat bersaing di pasar internasional. Di sisi lain, Jerman siap mendukung transformasi energi Indonesia melalui kolaborasi di bidang riset terapan dan precision manufacturing.
Selain itu, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di bidang pendidikan vokasi, yang diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga terus mendorong penyelesaian IEU-CEPA sebagai jalan ke depan untuk memperluas akses pasar dan investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Berita terkait
Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas
Liputan6.com · 4 Oktober 2026 pukul 14.53
Gubernur Jabar Merusak Iklim Investasi
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 11.46
Siswa SMK Asal Majalengka Juara Kontes Mekanik, Hadiahnya Bisa Masuk Paddock MotoGP
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 13.00
Menata perdagangan strategis untuk masuk rantai nilai teknologi
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 10.34