RI Usung Isu Pembiayaan Inklusif & Ekosistem Kewirausahaan di APEC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan memperluas akses pembiayaan inklusif bagi UMKM pada 32nd APEC SME Ministerial Meeting di Guangzhou, Cina. Dalam forum tersebut, Indonesia berbagi pengalaman kebijakan pembiayaan yang efektif, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan, tetapi juga dampaknya pada pertumbuhan dan ketahanan UMKM.
Pemerintah terus memperkuat Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan utama. Pada 2025, penyaluran KUR mencapai Rp286 triliun kepada 4,5 juta UMKM, dengan 60,5 persennya ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan manufaktur. Hingga 24 Agustus 2026, penyaluran KUR sudah mencapai Rp201 triliun kepada 3,1 juta debitur, dengan 51 persen bagi wirausaha perempuan. Skema pembiayaan Mekaar juga sedang ditransformasi, dengan target penurunan suku bunga dari 20-25 persen ke 8 persen.
Untuk penguatan kewirausahaan, pemerintah mengembangkan PRO-KESRA Produktif yang mendukung target 10 juta orang berusaha dan bekerja. Inisiatif ini didukung Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang menetapkan target rasio kewirausahaan 8 persen pada 2045. Seluruh kebijakan dan program terintegrasi melalui platform SAPA UMKM untuk memantau dan mendukung penerima manfaat secara terpadu.
Bagikan
Berita terkait
Pajak Marketplace 0,5% Masuk Strategi RAPBN 2027, DPR Buka Suara
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.20
Gandeng 1,2 Juta Merchant, DANA Dorong Akses Keuangan Inklusif Warga RI
Detik.com · 3 September 2026 pukul 21.32
Kadin Ajukan 12 Usulan Revisi UU, Bidik Penguatan Ekosistem Dunia Usaha
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.30
Pajak Marketplace 0,5 Persen Masuk Kebijakan RAPBN 2027
kumparan · 2 September 2026 pukul 18.42