Rincian Klaster Korupsi Hasil 18 Kali OTT KPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303516/original/047102500_1784639599-lom8.jpg)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 18 Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Januari hingga Juli 2026. Penangkapan terbaru melibatkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro pada akhir Juli. OTT tersebut mengungkap berbagai modus korupsi, seperti penerimaan suap dan gratifikasi, pemerasan terhadap pihak tertentu, korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, serta jual beli jabatan. Tersangka sering kali terlibat lebih dari satu modus, bukan hanya suap saja.
Kasus ini mencakup pejabat dari berbagai kalangan, termasuk wakil menteri, bupati, wali kota, kepala kantor pajak, dan auditor BPK. Nama-nama seperti Silmy Karim, Muhammad Fikri Thobari, Syah Afandin, Lalu Ahmad Zaini, Maidi, Dwi Budi Iswahyu, Mulyono, I Wayan Eka Mariarta, Titin Rita Lestari, Sudewo, Syamsul Auliya Rachman, Gatut Sunu Wibowo, Etik Suryani, Fadia Arafiq, Edison, Suhardiman Amby, dan lainnya disebut dalam operasi tersebut.
Pengadaan barang dan jasa juga menjadi sorotan, dengan bupati Pekalongan Fadia Arafiq, bupati Muara Enim Edison, bupati Pati Sudewo, bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, dan bupati Pemalang Anom Widiyantoro termasuk di antara yang terjebak.
Bagikan
Berita terkait
Belanja Pemerintah Didorong jadi Penggerak Ekonomi Sumut, Serapan Produk Lokal dan UMK-K Diperkuat
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 17.32
Debu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Hambat Saksi Kasus Lombok Barat Penuhi Panggilan KPK
VOI · 8 September 2026 pukul 16.38
Efisiensi Pengadaan Dinilai Salah Satu Kunci Berantas Korupsi
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.09
Jadi Anggota Wantimpres, Agum Gumelar Siap Beri Masukan Terarah kepada Prabowo
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 21.00