Riset Jepang Ungkap Paparan HTP di Ruangan, BRIN Dorong Kajian Berbasis Risiko
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian dari Jepang yang diterbitkan di jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026 menguji dampak penggunaan heated tobacco product (HTP) pada kualitas udara dalam ruangan. Studi yang dipimpin oleh Katsunari Fujisawa menggunakan ruang uji yang menyerupai restoran dan hunian, dengan pengukuran terhadap 56 parameter termasuk karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, dan gliserol. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan HTP hanya menyebabkan peningkatan pada sebagai enam parameter pada kondisi restoran dan sembilan parameter pada kondisi hunian, dari total 56 parameter yang diukur. Seluruh peningkatan yang terdeteksi masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan suhu maksimum HTP sebesar 320 derajat Celsius dan menghasilkan aerosol. Temuan ini menjadi relevansi dengan kebijakan yang sedang dikaji oleh BRIN terkait regulasi HTP di Indonesia, yang didorong oleh pendekatan berbasis risiko.
Bagikan
Berita terkait
Tak Selalu Terlihat Mata, Ini Cara Deteksi Abu Halus Vulkanik Anak Krakatau
kumparan · 8 September 2026 pukul 14.48
Asap Karhutla Menyebar ke 14 Daerah di Sumut, Kualitas Udara Tak Sehat
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.45
Fenomena Matahari Merah Muncul di Medan, Ini Kata BMKG
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.51
Organisasi Meteorologi Dunia: Karhutla dan Gelombang Panas Ancam Kualitas Udara Global
JawaPos · 8 September 2026 pukul 12.16