Rp 1 Triliun Setahun, Pakar: Tenor 80 Tahun Tidak Membuat Utang Whoosh Menjadi Murah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyatakan bahwa tenor pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) selama 80 tahun tidak membuat beban utang menjadi lebih murah. Meskipun total pembayaran sebesar Rp 1 triliun per tahun terlihat kecil dibandingkan kemampuan fiskal negara, Hidayat menekankan bahwa pertanyaannya bukan pada kemampuan pemerintah membayar, tetapi pada apakah negara seharusnya memikul kewajiban tersebut. Ia menegaskan bahwa memanjangkan tenor hanya menyebar beban keuangan ke generasi mendatang, termasuk anak-anak yang bahkan belum lahir saat proyek ditentukan namun akan membayar hingga usia pensiun. Selain itu, Hidayat menyoroti isu pengalihan kewajiban pembayaran ke SMI atau INA yang tidak langsung tercantum dalam APBN sebagai hal yang perlu dipertanyakan, karena hal ini dapat menciptakan ilusi bahwa proyek tersebut tidak menjadi beban pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.28
Ekonom nilai APBN masih mampu tanggung beban utang Whoosh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.12
Ekonom: Penyelesaian utang Whoosh perlu perhatikan disiplin fiskal
Berita terkait
Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.33
Purbaya Bakal Bayar Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.30
Top 3: Purbaya Pastikan Punya Uang Bayar Utang Whoosh
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 06.30
4 Fakta Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.55