Rupiah menguat seiring data PPI AS lebih rendah dari perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,02 persen atau 4 poin ke Rp17.873 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, didorong oleh rilis Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan. Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, PPI AS naik 0,0 persen secara bulanan (MoM), di bawah konsensus 0,2 persen, sementara pertumbuhan tahunan melandai ke 4,7 persen dari 5,5 persen, juga di bawah ekspektasi 4,9 persen. Data ini menunjukkan tekanan inflasi energi mereda, menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya. Berdasarkan FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada September 2026 turun menjadi 34,8 persen. Di sisi domestik, investor sedang memantau pidato Presiden Prabowo Subianto dan pengumuman RAPBN 2027. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.825-Rp17.950 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.35
Investor Fokus Pada Pidato Prabowo, Rupiah Bergerak Positif
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.13
Prabowo Sampaikan Asumsi Makro RAPBN 2027: Inflasi 2,5% dan Rp17.500
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.696, Investor Menanti Hasil Rapat The Fed
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 18.51
IHSG Anjlok di Zona Merah pada Awal Pekan, Turun ke Level 6.209,74
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.16
IHSG Dihantui Suku Bunga Tinggi, Harga Minyak dan Rupiah Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.02
Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.22