Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping, BUMN China Diduga Kirim 46 Ton Material Drone ke Rusia

Sebuah perusahaan milik negara China, Jilin Chemical Fiber Group, diduga mengirimkan 46 ton material prekursor serat karbon kepada produsen drone Rusia, Alabuga-Volokno, pada awal 2026. Kargo ini dikirim menggunakan kode bea cukai untuk serat sintetis sipil untuk menghindari sanksi internasional. Alabuga-Volokno, yang merupakan anak perusahaan Rosatom, memproduksi 39 jenis serat karbon untuk kebutuhan roket, penerbangan, dan armor. Produsen drone ini diproyeksikan mengalokasikan 89 persen hasil produksinya untuk industri pertahanan Rusia pada 2030.

Menurut pakar senjata David Albright, pengiriman 46 ton material tersebut berpotensi mendukung produksi hingga 1.300 drone serang jarak jauh. Sejak 2022, tercatat setidaknya delapan tender pengiriman serupa antara Jilin Chemical Fiber Group dan Alabuga-Volokno. Data Kiel Institute menunjukkan China kini menjadi pemasok utama yang menyumbang lebih dari 60 persen komponen militer Rusia.

China dan Rusia membantah tuduhan ini. Kedutaan Besar China di Washington menegaskan bahwa pihaknya menerapkan pengawasan ketat terhadap barang dual-use dan tidak pernah membekili senjata kepada pihak yang berkonflik. Rosatom juga menyatakan komitmennya terhadap kepatuhan hukum dan regulasi yang berlaku. Namun, mantan pejabat CIA Dennis Wilder menilai transaksi ini tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan pemerintah China.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait