The Fed Tahan Suku Bunga, Simak Dampaknya ke Kartu Kredit hingga Tabungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310804/original/001692600_1785370401-AP26210732321904.jpg)
Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya tanpa perubahan. Keputusan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran inflasi berkepanjangan akibat kenaikan harga energi dari konflik Iran, sehingga The Fed mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan September jika inflasi tidak mereda. Bagi konsumen, dampak utama adalah biaya pinjaman tetap mahal. Rata-rata bunga kartu kredit baru sekitar 24%, bunga pinjaman mobil baru 7%, mobil bekas 10,5%, dan bunga KPR tetap tenor 30 tahun mencapai 6,76%. Sementara itu, imbal hasil tabungan berbunga tinggi relatif stabil sekitar 4%, menguntungkan pemilik tabungan. Ekonom menyarankan konsumen untuk melunasi utang berbunga tinggi, menegosiasikan syarat pinjaman, dan membandingkan suku bunga saat mengambil pinjaman baru atau refinancing. Meskipun suku bunga tinggi dapat menekan kondisi keuangan rumah tangga, ini juga bertujuan mengendalikan inflasi untuk jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 18.09
Gas Pol, Rupiah Ditutup Menguat Terhadap USD, Bakal Berlanjut Pekan Depan?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.25
Perang Trump Hantam Amerika, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,5%
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.48
BI Antisipasi Era Suku Bunga Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Berita terkait
Inflasi Tahunan AS Juli 2026 Sentuh 3,4%
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.20
Harga Emas Hari Ini Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.47
Rupiah menguat seiring data PPI AS lebih rendah dari perkiraan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 09.26
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06