Saat Selatan Jawa Diguncang Gempa Dahsyat, Candi Hancur-Ribuan Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 10 Juni 1867, gempa bumi dengan kekuatan M7,8 mengguncang wilayah Yogyakarta dan sebagian besar pulau Jawa. Gempa ini juga terasa hingga di kota-kota seperti Semarang, Surakarta, Madiun, dan Banyuwangi. Menurut laporan de Locomotief dan penelitian Werner Kraus, gempa tersebut menyebabkan ribuan orang tewas, termasuk warga asli Indonesia, Belanda, Arab, dan Tionghoa. Banyak rumah dan bangunan hancur, termasuk Candi Sewu, Tugu Golong Gilig, dan Tugu Pal Putih di Yogyakarta. Gempa ini dipicu oleh deformasi lempeng Indo-Australia di Samudra Hindia. Banyak warga merasa takut dan tidak kembali ke rumah karena gempa susulan. Mereka menggelar zikir dan doa bersama untuk memohon keselamatan. Gempa yang sama pernah terjadi lagi pada 26 Mei 2006 dengan kekuatan M6,3, menyebabkan 5.000 orang tewas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 18.36
Gerak Cepat Mendagri Tito Karnavian Tangani Bencana di Aceh hingga NTT
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 10.45
Korban Meninggal Gempa Bumi Kolombia Tembus 321 Orang
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT, Berpotensi Hingga 4 Minggu
Berita terkait
Kapan Gempa Megathrust Bakal Guncang Indonesia? Ini Kata Ahli
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.30
Viral di Media Sosial Soal Megathrust, Begini Penjelasan Ahli
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.55
Nasionalisme Merah Putih di Tengah Badai Bencana Alam
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 15.30
Gempa NTT Tewaskan 5 Orang, Puan Minta Pendataan Korban dan Bantuan Dipercepat
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 18.31