Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Satgas PRR Pulihkan Tambak dan Kebun Kopi untuk Percepat Laju Ekonomi Aceh

Satgas PRR Pascabencana Sumatera terus memulihkan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan mengaktifkan kembali sektor produktif seperti tambak dan kebun kopi. Pemulihan ekonomi merupakan satu dari lima klaster prioritas Satgas PRR, mencakup pertanian, perikanan, UMKM, pasar rakyat, dan pariwisata.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan 15.000 hektare tambak di Aceh kembali beroperasi hingga akhir 2026. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 694 hektare telah beroperasi melalui penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin. Dengan teknologi tradisional plus, setiap hektare tambak berpotensi menghasilkan sekitar 600 kilogram udang per siklus tiga bulan dengan omzet Rp30 juta per hektare. KKP juga menyalurkan 12 unit ekskavator dan bantuan mesin kapal serta kotak pendingin untuk nelayan.

Selain sektor perikanan, Kementerian Pertanian menyiapkan 4 juta bibit kopi untuk rehabilitasi kebun di kawasan Gayo. Seluruh bantuan benih, pakan, dan sarana produksi diberikan gratis disertai pendampingan penyuluh hingga masa panen. Satgas PRR menegaskan keberhasilan pemulihan diukur dari kembalinya produktivitas dan penghasilan masyarakat, bukan semata dari rehabilitasi fisik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait