Satgas PRR Pulihkan Tambak dan Kebun Kopi untuk Percepat Laju Ekonomi Aceh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satgas PRR Pascabencana Sumatera terus memulihkan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan mengaktifkan kembali sektor produktif seperti tambak dan kebun kopi. Pemulihan ekonomi merupakan satu dari lima klaster prioritas Satgas PRR, mencakup pertanian, perikanan, UMKM, pasar rakyat, dan pariwisata.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan 15.000 hektare tambak di Aceh kembali beroperasi hingga akhir 2026. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 694 hektare telah beroperasi melalui penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin. Dengan teknologi tradisional plus, setiap hektare tambak berpotensi menghasilkan sekitar 600 kilogram udang per siklus tiga bulan dengan omzet Rp30 juta per hektare. KKP juga menyalurkan 12 unit ekskavator dan bantuan mesin kapal serta kotak pendingin untuk nelayan.
Selain sektor perikanan, Kementerian Pertanian menyiapkan 4 juta bibit kopi untuk rehabilitasi kebun di kawasan Gayo. Seluruh bantuan benih, pakan, dan sarana produksi diberikan gratis disertai pendampingan penyuluh hingga masa panen. Satgas PRR menegaskan keberhasilan pemulihan diukur dari kembalinya produktivitas dan penghasilan masyarakat, bukan semata dari rehabilitasi fisik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 07.30
Kinerja Satgas PRR Aceh dan Upaya Nyata Pulihkan Tanah Rencong
Berita terkait
Jelang Musim Tanam, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lahan Sawah di Aceh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 18.18
Pulihkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.55
Menko Yusril: Mudah-mudahan Suasana di Aceh Sudah Kondusif
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 02.29
Kericuhan Seusai Pengibaran Bendera Bulan Bintang saat Hari Damai Aceh DIusut Polisi
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 02.02