Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NU akan menggelar muktamar ke-35 pada 27-31 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang. Dua wacana pemilihan ketum PBNU: suara terbanyak atau AHWA (ahlul halli wal aqdi). K.H. Taufik Damas menyatakan AHWA lebih cocok karena mengedepankan musyawarah, ilmu, akhlak, dan keteladanan. NU sebagai jamiah diniah ijtima'iyyah tidak seharus dipengaruhi suara terbanyak. Pemilihan ketum harus mempertimbangkan dimensi keilmuan, moralitas, akhlak, keteladanan, dan kemampuan menjaga kemaslahatan jam'iyyah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 17.15
Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Dinilai Lebih Sesuai Tradisi NU
Berita terkait
Ada yang Resah Belum Diundang ke Muktamar NU, tetapi Sudah Diminta Nama AHWA
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.11
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 16.30
Muktamar NU Harus Lahirkan Ketua Umum yang Berintegritas
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.36