Serangan Fajar Guncang Ibu Kota, Sasar Bandara hingga Istana Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan bersenjata masuk ke ibu kota Niger, Niamey, pada dini hari Sabtu (29/8/2026), menyebabkan suara tembakan dan ledakan terdengar di beberapa wilayah termasuk sekitar Bandara Internasional Diori Hamani dan Istana Presiden. Menurut saksi dan sumber keamanan, kelompok yang diduga teroris mencoba menembus perimeter keamanan di kompleks kepresidenan dan menyerang Base 101, pangkalan militer utama kota. Namun, pasukan keamanan berhasil merebut kembali kendali atas pangkalan tersebut dan melancarkan operasi pencarian terhadap penyusup yang tersisa.
Insiden ini terjadi saat pemerintah militer Niger yang berkuasa sejak kudeta Juli 2023 semakin memperketat kendali atas sumber daya alam, khususnya uranium. Pemerintah baru-baru ini menyita aset perusahaan asal Prancis, Orano, dan mengalihkan izin pertambangan ke perusahaan yang didukung negara. Sebelumnya, Niger menyumbang sekiti 15% pasokan uranium Orano untuk Eropa.
Serangan ini menjadi bagian dari pola keamanan yang semakin tidak stabil di Niger sejak jajaran militer mengambil alih kekuasaan dan mempererat hubungan dengan Rusia. Tiga negara Sahel—Niger, Mali, dan Burkina Faso—masih berjuang melawan kemberontakan kelompok Islamis yang terkait dengan al Qaeda dan Islamic State, meski janjian peningkatan keamanan belum terpenuhi.
Bagikan
Berita terkait
Fenomena Baru, Ramai Negara Buru 'Obat Kuat' Nuklir dari Bumi ke Bulan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.40
11 Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, 75% Penguasa Nuklir Dikunci 3 Negara
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 06.52
Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.00
RI Punya Potensi 89.000 Ton Uranium Buat 'Nuklir', Ini Penjelasan BRIN
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.50