Fenomena Baru, Ramai Negara Buru 'Obat Kuat' Nuklir dari Bumi ke Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Permintaan bahan bakar nuklir global diproyeksikan akan berlipat ganda pada 2040, mendorong lebih dari 40 negara untuk membuka tambang uranium atau membangun reaktor baru. AS kembali mengaktifkan pertambangan uranium seperti Alta Mesa di Texas, sementara Kazakhstan tetap menjadi produsen terbesar dengan 40% pasokan uranium dunia melalui metode in-situ recovery. Australia memiliki cadangan uranium terbesar di dunia, namun proses pengembanganannya membutuhkan hingga satu dekade. Tekanan geopolitik dan kekhawatiran lingkungan, seperti larangan Swedia yang dicabut pada 2024, memengaruhi kebijakan akses sumber daya ini.
Inovasi teknologi mengarah pada eksplorasi alternatif seperti ekstraksi uranium dari air laut yang dikembangkan Jepang, serta penggunaan thorium dalam reaktor garam cair yang diteliti China dan India. China mengimpor lebih dari 80% kebutuhan uranium dan mengembangkan cadangan thorium yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga 10.000 tahun. Sementara itu, riset energi fusi nuklir mendorong pencarian helium-3 di permukaan Bulan, dengan misi China Chang'e-5 pada 2020 berhasil mengembalikan sampel yang mengandung helium-3. Perusahaan AS kini mengembangkan teknologi untuk mengekstraksi helium-3 dari debu Bulan untuk aplikasi fusi energi di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 06.52
11 Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, 75% Penguasa Nuklir Dikunci 3 Negara
Berita terkait
Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.00
RI Punya Potensi 89.000 Ton Uranium Buat 'Nuklir', Ini Penjelasan BRIN
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.50
Tetangga RI Resmi Gandeng China Kembangkan Teknologi Nuklir
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.40
Bumi Bisa Layak Huni 9 Kuadriliun Tahun Lagi, Ini Syaratnya
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.30