Serangan Gabungan AS-Saudi di Irak Tewaskan 20 Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak pada Rabu (29/7) menewaskan sedikitnya 20 anggota Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) dan meluki 32 lainnya. Serangan menargetkan pangkalan PMF di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh, dan Basra. PMF, aliansi bekas paramiliter yang terintegrasi ke angkatan bersenjata Irak, mengutuk serangan sebagai 'agresi' terhadap lembaga keamanan resmi. Serangan ini merupakan respons atas serangan drone dari Irak yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak di Saudi, dengan Saudi menyalahkan kelompok pro-Iran di Irak.
Kejadian terjadi di tengah tekanan AS terhadap pemerintah Irak untuk melucuti senjata kelompok bersenjata pro-Iran. Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi berjanji menjamin penyerahan senjata, namun menghadapi penolakan dari faksi kuat. PMF dibentuk pada 2014 untuk melawan militan dan kini resmi bagian militer Irak, tetapi mencakup brigade pro-Iran yang bertindak mandiri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 16.20
Serangan Udara AS-Arab Saudi ke Irak Menewaskan 20 Orang
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 22.43
Saudi dan AS Serang Irak, Iran dan Proksinya: Perang Akan Meluas
Berita terkait
Daftar Hitam Pihak yang Boleh Melintasi Selat Hormuz Bertambah Panjang usai Serangan Terbaru AS
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 22.32
Pertama Kali, AS Serang 2 Kapal Tanker Pemerintah Iran
Detik.com · 2 September 2026 pukul 14.48
Sempat Serang Irak, Menhan Arab Saudi Kini Sebut 'Tetangga Tercinta'
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 02.12
Negara Kaya Minyak Ini Tercekik Perang AS-Iran, Tekor Rp 1.068 T
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 22.00